Meski sering terdengar dalam dunia trading, nyatanya masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengenal apa itu candlestick. Pola candlestick adalah jenis grafik yang sejak lama digunakan di Jepang untuk meningkatkan akurasi perhitungan pergerakan harga.
Sejak abad ke-17, candlestick sudah diaplikasikan dalam keseharian masyarakat Jepang untuk melihat pola pergerakan harga beras. Metode perhitungan pola ini ditemukan oleh Munehisa Homma dengan asumsi bahwa harga bergerak dalam pola-pola khusus yang muncul di periode waktu tertentu.
Ada beberapa hal mendasar yang perlu diketahui terlebih dahulu tentang candlestick, yaitu :
- JENIS-JENIS CANDLESTICK
- KOMPONEN-KOMPONEN CANDLESTICK
- POLA-POLA CANDLESTICK (CANDLESTICK PATTERNS)
Dalam postingan kali ini, kita hanya membahas 2 hal pertama, yaitu JENIS-JENIS CANDLESTICK dan KOMPONEN-KOMPONEN CANDLESTICK.
JENIS-JENIS CANDLESTICK
Candlestick dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
- BULLISH CANDLESTICK : Bullish candlestick adalah candlestick yang menggambarkan bahwa harga penutupan (close candlestick) LEBIH TINGGI dari harga pembukaan (open candlestick) yang artinya ada KENAIKAN harga. Jenis candlestick ini seringkali diwarnakan dengan warna HIJAU atau PUTIH.
- BEARISH CANDLESTICK : Bearish candlestick adalah candlestick yang menggambarkan bahwa harga penutupan (close candlestick) LEBIH RENDAH dari harga pembukaan (open candlestick) yang artinya ada PENURUNAN harga. Jenis candlestick ini seringkali diwarnakan dengan warna MERAH atau HITAM.
KOMPONEN-KOMPONEN CANDLESTICK
Ada beberapa komponen candlestick yang perlu kita ketahui :
- REAL BODY : Real Body adalah bagian yang menggambarkan harga saat pembukaan dan harga saat penutupan.
- SHADOW / WICK / SUMBU : Shadow / wick atau sumbu adalah jejak atau riwayat pergerakan harga.
Bagi Bearish Candlestick, sumbu di atas body menunjukkan bahwa harga sempat naik saat pembukaan (open) meskipun kemudian turun, sementara sumbu di bawah candlestick artinya harga penah turun sebelum akhirnya naik lagi pada saat penutupan (close).
Bagi Bulllish Candlestick, sumbu di bawah body menunjukkan bahwa harga sempat terkoreksi atau turun meskipun kemudian naik kembali, sementara sumbu di atas candlestick artinya harga penah di atas harga penutupan (close).
POLA-POLA CANDLESTICK (CANDLESTICK PATTERNS)
Setelah mengenal bentuk dasar candlestick, selanjutnya yang perlu kita ketahui adalah pola-pola candlestick yang secara umum dapat dibagi menjadi :
Memahami Candlestick ini dengan sangat baik ini menjadi hal yang sangat penting bagi kita untuk digunakan untuk menentukan kapan posisi atau momen yang tepat untuk BELI / BUY dan JUAL / SELL.
Semoga postingan ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya.
Salam Take Profit,
Max Hendrian Sahuleka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar