Harga dari sebuah instrumen, apapun itu, tidak bisa naik terus menerus atau turun terus menerus. Akan ada titik saat dia naik, turun sejenak, atau sebaliknya, dia naik sejenak kemudian turun.
Trader dan investor yang cerdas akan memanfaatkan saat-saat harga berbalik tadi untuk melakukan entry yang optimal.
Titik di mana harga yang turun "tertahan" untuk turun lebih jauh dinamakan SUPPORT.
Titik di mana harga yang naik "tertahan" untuk naik lebih jauh dinamakan RESISTANCE.
SUPPORT dan RESISTANCE, berikutnya akan saya sebut SnR, merupakan daerah penting dalam sebuah pergerakan harga. Pada SnR, harga akan melakukan 1 dari 3 hal berikut :
- Memantul ke arah yang berlawanan.
- Berkonsolidasi atau bergerak secara tidak beraturan di sekitarnya.
- Menembus SnR untuk menuju SnR berikutnya.
Ada 3 cara utama dalam menemukan SnR: Secara historis, menggunakan indikator, atau psikologis. Mari kita telaah satu persatu !
RIWAYAT SUPPORT DAN RESISTANCE : LEVEL HORISONTAL
Cara sederhana namun ampuh untuk menentukan support dan resistance adalah dengan menggunakan LEVEL HORISONAL. Pada dasarnya, kita menggambar sebuah garis pada grafik sebagai sebuah tingkat harga (level). Garis yang digambar terus menunjukkan data historis bahwa titik harga yang ditunjuk berlaku sebagai tempat berbaliknya harga atau penahan momentum (sebagai support jika harga turun, atau sebagai resistance jika harga naik).
Ilustrasi garis horisontal di puncak tren sebagai resistance. Setelah dilalui "terbukti" secara historis bahwa pergerakan harga ke atas sudah 2 kali atau lebih kemudian berbalik dari garis, maka garis tersebut bisa kita sebut sebagai resistance. Jika momentum naik lebih besar dan pergerakan harga menembus ke atas garis, maka garis akan berubah menjadi support.
Ilustrasi garis horisontal di jurang tren sebagai support. Setelah dilalui "terbukti" secara historis bahwa pergerakan harga ke bawah sudah 2 kali atau lebih kemudian berbalik dari garis, maka garis tersebut bisa kita sebut sebagai support. Jika momentum turun lebih besar dan pergerakan harga menembus ke bawah garis, maka garis akan berubah menjadi resistance.
Aturan Level Horisontal :
- Semakin sering disentuh, semakin valid level tersebut.
- Semakin sering disentuh oleh harga, semakin lemah level tersebut, semakin besar kemungkinan untuk dijebol oleh pergerakan harga.
- Setelah level dijebol, maka "jumlah tersentuh"nya diulang menjadi 0 dan menjadi support / resistance kembali yang kuat.
MENEMUKAN SUPPORT DAN RESISTANCE: CARA LAINNYA
Ada cara-cara lainnya dalam menentukan support, yang nanti akan dibahas lebih lanjut. Untuk sekarang, karena masih perkenalan, saya akan sebutkan contoh-contohnya dan menunjukkan ilustrasinya saja. Di antaranya adalah :
- Menggunakan tools seperti trendline dan fibonacci.
- Menggunakan indikator seperti Moving Averages.
- SnR psikologis. Biasanya angka yang dianggap "keren" bisa juga menjadi SnR. Misalkan angka bulat seperti 5.000, 20.000, dan lain sebagainya.
Support dan Resistance adalah salah satu konsep terpenting di dalam technical analysis. Pahami konsep ini, karena hampir semua penggunaan tool atau indikator adalah perpanjangan dari sini.
Salam Take Profit,
Max Hendrian Sahuleka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar