Pergerakan harga akan memiliki TREND. Sebagai investor dan trader yang baik, kita perlu memanfaatkan trend ini untuk memaksimalkan profit kita. Tidak masuk akal jika kita beli pada saat trend sedang turun, karena saat menjual nantinya maka akan terjadi kerugian karena harganya menjadi lebih rendah dari saat kita membeli instrumen aset tersebut.
Perhatikan kedua gambar di bawah ini ! Dapatkah Anda menentukan ke arah mana trend harganya ?
TREND ADALAH ACUAN ANDA
Lakukan trading atau investasi dengan melakukan entry sesuai dengan trend yang sedang berlangsung. Karena jika kita mencoba melawan trend, akan lebih sering kita akan kehilangan uang.
KONSEP "HIGHT" DAN "LOW"
Sekuat apapun momentum saat trend naik, pasti akan ada saat harga turun sejenak. Sekuat apapun momentum saat trend turun, pasti akan ada saat harga naik sejenak. Penurunan dan kenaikan sementara inilah yang bisa kita manfaatkan untuk melihat trend.
- "Puncak" dari pergerakan harga dinamakan "HIGH". Bayangkan seperti sebuah bukit atau gunung.
- "Dasar" dari pergerakan harga dinamakan "LOW". Bayangkan seperti jurang atau cekungan.
TREND 1 : UPTREND (TREN NAIK)
Tren naik dapat dikenali dengan LOW dan HIGH yang semakin lama semakin naik, dinamakan HIGHER HIGH (HH) dan HIGHER LOW (HL). Higher maksudnya "semakin tinggi".
Di trend ini, untuk masuk ke posisi "beli" atau "LONG" paling optimal saat harga menyentuh "LOW", dan untuk "jual atau SHORT saat harga berada di "HIGH".
TREND 2 : DOWNTREND (TREN TURUN)
Tren turun dapat dikenali dengan LOW dan HIGH yang semakin lama semakin turun, dinamakan LOWER HIGH (LH) dan LOWER LOW (LL).
Di trend ini, untuk masuk ke posisi "beli" paling optimal saat harga menyentuh "LOW", dan untuk "jual" atau SHORT saat berada di "HIGH".
TREND 3 : SIDEWAYS (TREN MENYAMPING)
Trend sideways dapat dikenali dengan LOW dan HIGH yang kurang lebih sama.
Di trend ini, banyak orang yang suka melakukan "ping-pong" atau beli di support dan jual di resistance. Namun perlu diperhatikan pula apakah resiko dan potensi profitnya sebanding. Kalau "range" sidewaysnya terlalu kecil, tidak akan banyak profitnya, dan malah terpotong oleh biaya broker.
TREND 4 : NO TREND
Terkadang, harga masih belum menentukan arahnya ke mana. High dan Low tidak beraturan. Ini adalah saat volatility sedang tinggi dan sebaiknya trader pemula tidak masuk di area sini. Pada trend seperti ini lebih baik diam dan perhatikan dulu.
TREND DI DALAM TREND
Kita tidak bisa asal masuk / entry trading hanya dengan melihat trend secara "sepintas". Trend sendiri berdiri dari major menjadi minor trend. Sebuah trend yang naik, bisa jadi turun di timeframe yang lebih kecil. Atau di saat kita melihat trend yang naik, bisa jadi di timeframe yang besar, dia sedang turun.
SEJARAH CENDERUNG TERULANG KEMBALI
Pergerakan harga di pasar tertentu, sering mengulang apa yang telah ia lakukan dulu. Tidak 100% sama persis, tapi kita bisa melihat pola yang sangat mirip (mungkin dengan skala atau angka yang berbeda). Hal ini dikarenakan dari dulu sampai sekarang, emosi manusia sebagai pelaku pasar dan paradigma yang ada, tidak jauh berubah.
Perhatikanlah bentuk grafik Bitcoin pada masa-masa awalnya (2013-2014) !
Sumber :
KITAB KRIPTO, Jilid 3: Technical Analysis, Muhammad Kurnia Bijaksana
Max Hendrian Sahuleka
Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memberikan informasi tambahan kepada pembaca. Selalu lakukan penelitian sendiri sebelum melakukan investasi. Semua kegiatan jual beli dan investasi aset kripto sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar