Para investor tidak banyak sepakat, tetapi mereka sepakat bahwa menghasilkan uang di pasar membutuhkan strategi yang teguh dan dibangun berdasarkan serangkaian aturan. Bayangkan sejenak masa-masa awal Anda sebagai investor. Jika Anda seperti kebanyakan investor lainnya, Anda terjun dengan pengetahuan pasar yang sangat minim. Saat membeli, Anda tidak tahu apa itu bid-ask spread, dan Anda menjual terlalu cepat jika saham naik atau terlalu lambat jika saham turun.
Jika Anda belum memiliki seperangkat aturan investasi yang dirancang dengan cermat, sekaranglah saatnya untuk membuatnya, dan tempat terbaik untuk memulai adalah bertanya kepada orang-orang yang telah sukses dalam karier investasi mereka. Kami tidak hanya menemukan orang-orang yang dapat mengklaim kesuksesan, tetapi juga yang, faktanya, merupakan beberapa investor paling sukses dalam sejarah.
1. Dennis Gartman: Let Winners Run
"Be patient with winning trades; be enormously impatient with losing trades. Remember it is quite possible to make large sums trading/investing if we are 'right' only 30% of the time, as long as our losses are small and our profits are large." (Bersabarlah saat trading menang; bersabarlah saat trading kalah. Ingatlah, sangat mungkin menghasilkan banyak uang dari trading/investasi jika kita hanya 'benar' 30% dari waktu, asalkan kerugian kita kecil dan keuntungan kita besar.)
Aturannya di atas membahas sejumlah kesalahan yang dilakukan investor muda. Pertama, jangan menjual saat tanda-tanda keuntungan pertama muncul; biarkan perdagangan yang menguntungkan terus berjalan. Kedua, jangan biarkan perdagangan yang merugi berlalu begitu saja. Investor yang menghasilkan uang di pasar tidak masalah kehilangan sedikit uang dalam satu perdagangan, tetapi mereka tidak masalah kehilangan banyak uang.
Seperti yang ditunjukkan Gartman, Anda tidak harus selalu benar. Yang lebih penting adalah membiarkan perdagangan yang menguntungkan berjalan dan segera keluar dari perdagangan yang merugi. Jika Anda mengikuti aturan ini, uang yang Anda hasilkan dari perdagangan yang menguntungkan akan jauh lebih besar daripada perdagangan yang merugi.
2. Warren Buffett: Do the Researchs
Warren Buffett dianggap sebagai investor paling sukses dalam sejarah. Ia bukan hanya salah satu orang terkaya di dunia, tetapi juga telah menjadi pendengar keuangan bagi banyak presiden dan pemimpin dunia. Ketika Buffett berbicara, pasar dunia bergerak berdasarkan kata-katanya.
"It's far better to buy a wonderful company at a fair price than a fair company at a wonderful price." ("Jauh lebih baik membeli perusahaan yang bagus dengan harga yang wajar daripada membeli perusahaan yang wajar dengan harga yang luar biasa.")
Buffett juga dikenal sebagai guru yang produktif. Laporan tahunannya kepada para investor di perusahaannya, Berkshire Hathaway, digunakan dalam kelas keuangan di universitas-universitas terbesar dan paling bergengsi.
Buffett memberikan dua nasihat penting saat mengevaluasi sebuah perusahaan: Pertama, lihat kualitas perusahaan, lalu harga. Untuk menilai kualitas sebuah perusahaan, Anda perlu membaca laporan keuangannya, mendengarkan pertemuan konferensinya, dan memeriksa manajemennya. Setelah yakin dengan kualitas perusahaan, barulah harga dapat dievaluasi.
3. Bill Gross: Have Conviction
Bill Gross adalah salah satu pendiri PIMCO. Ia mengelola PIMCO Total Return Fund, salah satu reksa dana obligasi terbesar di dunia, dan menjabat sebagai kepala investasi perusahaan sebelum mengundurkan diri pada tahun 2014.
Aturan Gross berfokus pada manajemen portofolio. "Do you really like a particular stock? Put 10% or so of your portfolio on it. Make the idea count. Good [investment] ideas should not be diversified away into meaningless oblivion." (Apakah Anda benar-benar menyukai suatu saham tertentu? Investasikan sekitar 10% dari portofolio Anda pada saham tersebut. Pastikan idenya bermanfaat. Ide [investasi] yang bagus tidak boleh didiversifikasi hingga terlupakan.)
Aturan umum yang dipahami sebagian besar investor muda adalah diversifikasi, yaitu jangan menempatkan seluruh modal investasi Anda pada satu nama. Diversifikasi memang aturan praktis yang baik, tetapi juga dapat mengurangi keuntungan Anda ketika salah satu pilihan Anda bergerak cepat sementara nama lain tidak.
Menghasilkan uang di pasar juga tentang mengambil risiko berdasarkan riset yang mendalam. Selalu simpan sejumlah uang tunai di rekening Anda untuk peluang yang membutuhkan modal lebih, dan jangan takut untuk bertindak ketika Anda yakin bahwa riset Anda mengarah pada pemenang sejati.
4. Prince Alwaleed Bin Talal: Patience Is Key
Anda mungkin belum pernah mendengar tentang Pangeran Alwaleed Bin Talal, tetapi ia terkenal di dunia investasi. Sebagai investor dari Arab Saudi, ia mendirikan Kingdom Holding Company dan berinvestasi besar pada pendahulu Citigroup (C), Citicorp, di awal 1990-an, dan menjadi pemegang saham terbesar bank tersebut.
Selain itu, ia juga berinvestasi di X (sebelumnya Twitter) dan Snap (SNAP). Kesabarannya diuji selama Resesi Hebat ketika banyak investasinya terpukul.
"I'm a long-termer. I'm not a seller." ("Saya sudah lama bekerja di sini. Saya bukan penjual.")
Ketika investor lain menjual, terutama ketika Citi berada di bawah tekanan berat di akhir 1990-an, Pangeran Alwaleed Bin Talal melakukan apa yang dilakukan banyak investor terbaik untuk mengumpulkan kekayaan mereka: menahan investasi mereka. Investor yang memiliki keyakinan kuat dan telah melakukan riset akan tetap teguh pada keputusan mereka untuk jangka waktu yang lama, melewati masa-masa sulit di pasar.
5. Carl Icahn: Be Wary
Salah satu aturan terbesar Icahn adalah saat berinvestasi, jangan sampai Anda merasa tersinggung. Icahn memang punya banyak musuh selama bertahun-tahun, tetapi investor sebaiknya tidak menganggap nasihatnya hanya sebatas hubungan interpersonal. Seberapa sering Anda membaca artikel, menonton berita, atau menerima saran dari teman tepercaya tentang saham yang sedang naik daun dan akhirnya kehilangan uang?
Hanya ada satu saran yang bisa Anda terapkan: Gunakan riset mendalam Anda sendiri berdasarkan fakta (bukan opini) yang diperoleh dari sumber tepercaya. Saran lain dapat dipertimbangkan dan diverifikasi, tetapi itu bukan satu-satunya alasan untuk berinvestasi.
6. Carlos Slim: Look Ahead
Investor yang sukses tidak melihat apa yang sedang terjadi saat ini. Sebaliknya, dengan mempelajari momentum suatu perusahaan atau keseluruhan perekonomian dan bagaimana perusahaan atau keseluruhan tersebut berinteraksi dengan para pesaingnya, mereka berinvestasi sekarang untuk apa yang akan terjadi nanti. Mereka selalu berpikiran maju.
Jika Anda sedang melihat atau mencoba ikut-ikutan berinvestasi pada saham yang sudah memberikan keuntungan jangka pendek, Anda mungkin telah melewatkan peluang besar. Cobalah untuk menemukan saham unggulan berikutnya, tetapi selalu utamakan portofolio Anda dengan perusahaan-perusahaan hebat yang memiliki rekam jejak pertumbuhan yang stabil dan panjang.
Sumber :
https://www.investopedia.com/articles/financial-theory/11/6-lessons-top-6-investors.asp
Tidak ada komentar:
Posting Komentar