“Charts are the footprint of money” (“Grafik adalah jejak uang.”) -- Fred McAllen

“To be a money master, you must first be a self-master.” (“Untuk menjadi penguasa uang, pertama-tama Anda harus bisa menguasai diri sendiri.”) -- J. P. Morgan

“I believe in analysis and not forecasting.” (“Saya percaya pada analisis dan bukan peramalan.”) -- Nicholas Darvas

“Do not anticipate and move without market confirmation.” (“Jangan mengantisipasi dan bergerak tanpa konfirmasi pasar.”) -- Jesse Livermore

“Risk comes from not knowing what you’re doing.” (“Risiko datang dari ketidaktahuan terhadap apa yang Anda lakukan.”) -- Warren Buffett

“The more you learn, the more you gain.” (“Semakin banyak Anda belajar, semakin banyak Anda peroleh.”) -- Warren Buffett

"I believe that consistency and discipline are the secrets to be a successful trader.“ ("Saya percaya bahwa konsistensi dan disiplin adalah rahasia untuk menjadi trader sukses.") -- Paul Tudor Jones

“Trading is about making decisions based on evidence, not feelings.” (“Trading adalah tentang membuat keputusan berdasarkan bukti, bukan perasaan.”) -- Richard Dennis

“Never look for quick profits in trading. Focus on the process and the results will follow.” ("Jangan pernah mencari keuntungan instan dalam trading. Fokuslah pada prosesnya, dan hasilnya akan mengikuti.") -- Ed Seykota

“When a novice trader wins, he feels brilliant and invincible. Then you have to took a crazy risk and lost everything.” ("Ketika seorang trader pemula menang, ia merasa brilian dan tak terkalahkan. Lalu, ia harus mengambil risiko besar dan kehilangan segalanya.") -- Alexander Elder

“When you trade, consider the risk first and then the potential reward." (“Saat Anda trading, pertimbangkan risikonya terlebih dahulu, baru potensi keuntungannya.”) -- Randy McKay

“Trading is about having a plan and following that plan.” (“Trading adalah tentang memiliki rencana dan mengikuti rencana itu.”) -- Van K. Tharp

“Trading doesn’t just reveal your character, it also builds it if you stay in the game long enough.” (“Trading tidak hanya menunjukkan karakter Anda, tetapi juga membangunnya jika Anda bertahan cukup lama dalam permainan.”) -- Yvan Byeajee

“The most successful people don't make up rules haphazardly. They have a set of rules that they follow and stick to.” (“Orang-orang paling sukses tidak membuat aturan secara asal-asalan. Mereka memiliki seperangkat aturan yang mereka ikuti dan mereka patuhi.”) -- John Chancellor

“The key to trading success is emotional discipline. Of intelligence were the key, there would be a lot more people making money trading.” (“Kunci sukses trading adalah disiplin emosional. Jika kecerdasan adalah kuncinya, akan lebih banyak orang yang menghasilkan uang dari trading.”) -- Victor Sperandeo

“Your biggest enemy, when trading, is within yourself. Success will only come when you learn to control your emotions.”( "Musuh terbesar Anda saat berdagang adalah diri Anda sendiri. Kesuksesan hanya akan datang ketika Anda belajar mengendalikan emosi.“ ) -- Edwin Lefevre

“Becoming a great trader is a marathon not a sprint.” (“Menjadi seorang trader hebat adalah lari maraton, bukan lari cepat.” ) --Abe Cohen

“If you personalize losses, you can’t trade.” (“Jika Anda mempersonalisasi kerugian, Anda tidak dapat trading.”) -- Bruce Kovner

“You don’t need to be a genius to be a good trader.” (“Anda tidak perlu menjadi seorang jenius untuk menjadi seorang trader yang baik.”) -- Peter Lynch

“Every trader has strengths and weaknesses. Some are great forecasters, others are good at execution. Learn what your strengths are and build on them.” (“Setiap trader punya kelebihan dan kekurangan. Ada yang pandai memprediksi, ada pula yang jago mengeksekusi. Pelajari kelebihan Anda dan kembangkan kelebihan tersebut.”) -- Michael Marcus

"No one can beat the market. The best you can do is take advantage of the opportunities that arise.“ ("Tidak ada yang bisa mengalahkan pasar. Yang terbaik yang bisa Anda lakukan adalah memanfaatkan peluang yang ada.") -- Jesse Livermore

“It’s not whether you're right or wrong that’s important, but how much money you make when you’re right and how much you lose when you're wrong.” (“Yang penting bukanlah apakah Anda benar atau salah, tapi berapa banyak uang yang Anda hasilkan ketika Anda benar dan berapa banyak uang yang Anda rugi ketika Anda salah.”) -- George Soros

“The more you understand the concept you are trading, how it might behave under all sorts of market conditions, the less historical testing you need to do.” (“Semakin Anda memahami konsep yang Anda perdagangkan, bagaimana konsep tersebut berperilaku dalam segala macam kondisi pasar, semakin sedikit pengujian historis yang perlu Anda lakukan.”) -- Tom Basso

“Don’t worry about what the markets are going to do, worry about what you are going to do in response to the markets.” (“Jangan khawatir tentang apa yang akan terjadi di pasar, khawatirlah tentang apa yang akan Anda lakukan dalam merespons pasar.”) -- Michael Carr”

“Learn to accept losses. The most important thing in making money is not letting your losses get out of hand.” (“Belajarlah untuk menerima kerugian. Hal terpenting dalam menghasilkan uang adalah tidak membiarkan kerugian Anda tak terkendali.”) -- Martin Schwartz

“The market teaches you humility and self-awareness. It teaches you how to deal with mistakes and how to learn from them.” (“Pasar mengajarkan Anda kerendahan hati dan kesadaran diri. Pasar mengajarkan Anda cara menghadapi kesalahan dan cara belajar dari kesalahan Anda.”) -- Ray Dalio

“The key to successful trading is to specialize in a particular market, focus on it, and master it inside and outside.” (“Kunci keberhasilan perdagangan adalah mengkhususkan diri pada pasar tertentu, fokus, dan menguasainya luar dalam.”) -- Linda Bradford Raschke

“The secret to being successful from a trading perspective is having a relentless and unquenchable thirst for information and knowledge.” (“Rahasia untuk menjadi sukses dari perspektif perdagangan adalah memiliki rasa haus yang tak kenal lelah dan tak pernah padam terhadap informasi dan pengetahuan.”) -- Paul Tudor Jones

APA ITU KRIPTO (CRYPTO) ?

APA ITU KRIPTO (CRYPTO) ?
Kripto adalah aset digital yang nilainya ditentukan oleh pasar seperti halnya saham maupun obligasi dan dapat diperjualbelikan di berbagai exchange crypto seperti BINANCE, TOKOCRYPTO, dan INDODAX.
Dikutip dari Technopedia, Mata Uang Digital atau Digital Currency adalah sebuah metoda pertukaran mata uang dengan melalui jalur elektronik digital dan tidak memiliki bentuk fisik. Berbeda dengan mata uang fisik dimana kita bisa menukarkan uang tersebut dengan lebih bebas, tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, misalnya kita ingin membeli suatu barang tetapi barang itu hanya diproduksi dan dijual di luar negeri tetapi kita membutuhkannya, maka kita tidak perlu bersusah payah untuk mendatangi produsennya untuk membeli barang yang anda inginkan, cukup mengirimkan uang secara digital maka uang terkirim dengan jarak jauh dan pedagang dapat mengirimkan barangnya secara jarak jauh. Dengan definisi lainnya yang lebih ringan, mata uang digital adalah mata uang yang digunakan untuk proses jual beli tanpa harus adanya pertemuan fisik.
Sejauh ini mata uang digital ini memiliki dua jenis , satu adalah mata uang fisik yang didigitalkan, salah satu contoh nya adalah transfer uang melalui ATM (Anjungan Tunai Mandiri), eBanking, atau mobile banking. Cara kerja nya adalah kita memasukkan uang fisik ke dalam akun digital kita, media pemasukkannya bisa melalui ATM yang menerima setoran tunai atau melalui teller bank, kemudian untuk pengiriman uangnya kita bisa melakukan transfer dan jumlah uang yang kita inginkan untuk dikirim akan dikirimkan ke akun tujuan.
Pengiriman uang dengan cara wesel pos bisa dikatakan semi-digital karena sistem pengiriman wesel tidak perlu mengantarkan uangnya secara langsung. Misalnya anda akan mengirimkan uang sebesar satu juta rupiah ke teman anda di Kota Surabaya, sedangkan anda sedang berada di Kota Bandung. Ketika anda mengirimkan uang lewat wesel pos, maka seketika teman anda di Surabaya sudah dapat mengambil uangnya di kantor pos di Surabaya.
Selain menggunakan ATM, ada perusahaan yang menyediakan layanan untuk mengirim dan menerima uang secara digital, yaitu PayPal. PayPal merupakan layanan dimana anda dapat melakukan transaksi secara daring (dalam jaringan). Layanan PayPal diterima di 202 negara di dunia sebagai layanan transaksi termasuk Indonesia. Layanan ini menerima beberapa jenis mata uang. Layanan ini juga menawarkan anda untuk mengubah mata uang pada uang yang diterima di akun anda. Setelah itu anda dapat menarik uang dari akun layanan tersebut ke rekening bank lokal anda atau memasukkan uang dari rekening bank lokal ke akun PayPal.
Jenis yang satunya dari uang digital adalah cryptocurrency, jenis ini insya Allah akan kita bahas dalam blog / website ini bagaimana cara kerjanya secara dasar sampai ke teknisnya. 
Dilansir dari Technopedia, cryptocurrency secara definisi adalah jenis mata uang digital yang menggunakan kriptografi. Kriptografi pada mata uang digital ini digunakan untuk alasan keamanan dan sebagai tindakan anti-pemalsuan uang tersebut. Kunci umum dan kunci pribadi sering digunakan untuk mengirimkan cryptocurrency antara dua individu. Sebagai gerakan penyimpangan budaya, cryptocurrency selalu dikaitkan dengan cypherpunk , karena pada dasarnya cryptocurrency adalah uang fiat. Artinya, seorang pengguna harus melalui sebuah kesepakatan untuk menjadikan cryptocurrency sebagai media tukar. Namun, karena cryptocurrency tidak terikat dengan negara secara khusus, nilai nya tidak diatur oleh Bank sentral. Salah satu contoh adalah Bitcoin contoh fungsi terkemuka pada cryptocurrency, nilainya bergantung pada penawaran dan permintaan pasar, berarti sifatnya sama seperti logam mulia, seperti emas dan perak.
Konsep ini revolusioner dalam dunia keuangan karena menghilangkan kebutuhan akan pihak ketiga yang terpercaya seperti bank dalam transaksi keuangan. Sebaliknya, kripto bergantung pada jaringan komputer terdistribusi yang menjalankan software open-source untuk memvalidasi dan mencatat setiap transaksi.
Kriptografi, yang menjadi dasar nama “cryptocurrency”, digunakan untuk mengamankan transaksi dan mengontrol penciptaan unit baru. Ini memastikan bahwa aset digital tidak dapat diduplikasi atau dipalsukan, memberikan tingkat keamanan yang tinggi.
Secara dasar, cryptocurrency diibaratkan sebuah uang yang dicatat di sebuah buku yang sangatlah besar, dimana buku itu mencatat uang dan siapa pemiliknya. Yang menarik dari cryptocurrency adalah, setiap pemilik uang itu tidak dicantumkan secara jelas nama atau alamat pemiliknya, tetapi nama atau alamat pemiliknya disamarkan menggunakan teknik enkripsi dan dekripsi. Pada pemilik uang tersebut, ada sebuah “Dompet” yang mencatat enkripsi alamat yang ditujukan ke pada uang tersebut yang disimpan di buku besar tadi. Dengan fungsi enkripsi ini, keamanan dalam penyimpanan cryptocurrency terjamin. Jadi kita tidak dapan mencuri uang tersebut (Yang tercatat di dalam buku besar tadi) karena setiap uang memiliki alamat tersendiri yang tertuju pada sebuah dompet. Selain keamanan, privasi juga terjamin, karena alamat dompet yang dicantumkan pada uang tersebut disamarkan atau dienkripsi, sehingga hanya buku tersebut dan pemiliknya yang mengetahui kepemilikan uangnya. Buku besar tadi dinamakan “Block chain” dan dompet yang tadi saya sebut dinamakan “Wallet”.
Blockchain, teknologi yang mendasari sebagian besar kripto, adalah buku besar digital yang didistribusikan ke seluruh jaringan. Setiap “blok” dalam rantai ini berisi sekelompok transaksi yang telah diverifikasi oleh para pengguna jaringan. Begitu sebuah blok ditambahkan ke rantai, sangat sulit untuk diubah, memberikan tingkat transparansi dan keamanan yang tinggi.
Desentralisasi adalah fitur kunci lainnya dari kripto. Tidak ada otoritas pusat yang mengontrol nilainya atau mengatur peredarannya. Sebaliknya, ini ditentukan oleh algoritma dan konsensus jaringan. Hal ini membuat kripto tahan terhadap manipulasi oleh pemerintah atau lembaga keuangan, dan potensial sebagai alat keuangan yang lebih demokratis.
Namun, penting untuk dicatat bahwa sifat desentralisasi dan kurangnya regulasi juga membawa risiko, termasuk volatilitas harga yang tinggi dan potensi penggunaan untuk aktivitas ilegal. Meskipun demikian, banyak yang melihat kripto sebagai masa depan keuangan, menawarkan cara yang lebih cepat, murah, dan aman untuk mentransfer nilai di seluruh dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  • SHARE